Pernikahan di gedung RSPD Klaten

nuanasa jawa RSPD Klaten 2 nuanasa jawa RSPD Klaten 3 nuanasa jawa RSPD Klaten 4 nuanasa jawa RSPD Klaten 5 nuanasa jawa RSPD Klaten 6 nuanasa jawa RSPD Klaten 7 nuanasa jawa RSPD Klaten 8 nuanasa jawa RSPD Klaten

Pernikahan dengan nuansa jawa menjadi salah satu pilihan pasangan di era modern sekalipun.  Pernikahan bisa dibilang acara sakral yang wajib bagi manusia, setiap orang menginginkan pernikahannya menjadi pernikahan yang tak terlupakan. Maka banyak orang yang menikah dengan ragam pernak pernik pesta yang berbeda. Begitupun dengan baju pengantin, para pengantin perlu memilih warna yang akan dipakai pada pesta pernikahannya, karena pada jaman sekarang, warna pada gaun pengantin adalah simbol dari acara pernikahan tersebut.

Warna baju pengantin memiliki makna bagi sebagian orang, warna pada baju pengantin lebih mendominasikan adat dan istiadat bagi sang pengantin. Misalnya, pada pernikahan adat cina, kebiasaan orang cina menggunakan gaun pengantin merah, orang cina percaya bahwa warna merah adalah warna keberuntungan, dengan harapan pernikahannya menjadi pernikahan yang selalu membawa keberuntungan. Bagi adat Medievel, pengantin wanita wajib menggunakan gaun pengantin bewarna biru, karena adat tersebut percaya warna biru adalah warna lambang dari kesucian.

Arti warna dari baju pengantin sebenarnya tidak banyak dipedulikan di Indonesia. Namun, ada beberapa kebiasaan dalam adat istiadat Indonesia, yakni Indonesia lebih dominan dengan baju pengantin jawa, kebaya tradisonal atau kebaya modern. Orang-orang indonesia secara turun menurun meyakini dengan menikah dengan kebaya, maka pengantin akan dijadikan raja dan ratu dalam sehari. Kebaya melambangkan putra- putri kerajaan dahulu, dengan lambang putra-putri kerajaan pernikahan tersebut memiliki harapan kesetiaan antara raja dan ratu. Indonesia adalah Negara yang penuh dengan ragam suku bangsa, maka perlu adanya pelestarian baju adat pada acara pernikahan, sama seperti adat istiadat minang, yang memilih menikah dengan gaun bewarna merah, gaun bewarna merah menandakan pengantin bersorak gembira dan ceria, orangtua pengantin bahagia dengan adanya menantu baru yang akan menambah jumlah keluarga di adat minang.

Pada abad pertengahan, warna baju pengantin digunakan sebagai penanda status sosial. Namun pada saat ini warna gaun pengantin bukanlah penanda status sosial, melainkan penanda karakteristik sang pengantin, seperti :

Putih : pengantin yang memilih gaun pengantin bewarna putih, artinya pengantin tersebut menginginkan pernikahan itu sakral penuh dengan acara kesucian. Warna putih masih tetap menjadi idola nomor satu di Indonesia, di Indonesia kebaya bewarna putih sudah menjadi gaun yang wajib digunakan pada saat acara akad nikah.

Hitam dan emas : pengantin yang memilih gaun bewarna hitam dan emas, menonjolkan keanggunan dan kegemerlapan sepasang kekasih dalam acara yang sakral, baju bewarna ini biasanya dipakai oleh pejabat pejabat tertinggi Negara untuk pesta pernikahan yang mewah, tetapi banyak juga yang menggunakan jas bewarna hitam pada pengantin pria, dengan harapan pengantin pria menjadi pengantin yang dapat memimpin keluarga dengan wibawa dan kebijaksanaan.

Biru, Hijau, Kuning (selain warna putih, hitam dan emas): pengantin yang memilih warna ini, biasanya menandakan pengantin bersorak gembira atas

pernikahannya, dan berharap pernikahannya akan selalu membawa senyum dan kebahagiaan.

Walaupun banyak makna dalam beberapa warna baju pengantin, baju pengantin jawa,kebaya dan warna putih masih tetap menjadi idola di Indonesia. Bagaimanapun warna dan motif baju pengantin, acara pengikatan kedua pasangan menjadi inti dari pesta pernikahan, warna baju pengantin hanyalah symbol kemeriahan pesta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>